Sebagai warga dan negara Indonesia, sebagai pemuda Indonesia,
pemuda yang tangguh, pemuda yang pintar dan pemuda yang yang akan
mengarahkan atau memberi tujuan mau ke arah mana bangsa ini berkembang,
jangan seperti sekarang yang menururt saya Indonedia ini seperti negara
yang tidak punya tujuan, di mana negara-negara tentangga kita terus
bergerak maju, membangun negaranya untuk lebih baik lagi. Lihat negara
kita, negara yang dahulunya di sebut MACAN ASIA, kini hanya tinggal
sebuah semboyan. Kita lihat saja keadaan negara kita, negara yang porak
polanda akibat segelintir ulah para KORUPTOR yang menghancurkan
perekonimian kita, walaupun dampaknya secara langsung maupun tidak
langsung. Kronis itulah kondisi bangsa kita.
Dan kita sebagai pemuda indonesia, warga dan negara indonesia yang akan memegang kendali kemana arah negara kita akan kita tuju, wajib hukumnya untuk bertindak memperbaiki kerusakan yang ada sekarang. Dengan contoh, kita tinggalkan budaya korupsi, walaupun hanya sekecil apapun bentuknya, itulah bentuk dari cikal bakal kehancuran yang akan terulang kembali.
Di saat sifat Pancasila sudah mulai luntur perlahan-lahan, karena sistem kurikulum pendidikan kita yang membuat seperti itu, saya tidak tau mengapa berubah seperti itu. Berbeda sekali seperti di masa saya sekolah dahulu, dimana pancasila itu seperti di dadaku. Namun sekaran berganti hanya Garuda di dadaku yang tidak mempunya arti di dalamnya walaupun itu adalah lambang negara kita. Selisih paham, tawuran antar kelompok itulah yang terjadi sekarang ini. Saya sangat sedih mendengar hal ini. Tapi saya sebagai penerus bangsa ini mengemban berat untuk memperbaiki keadaan ini.
SEMANGAT!!!!!!!
Aang Fahmi Muhammad
1KA26
Dan kita sebagai pemuda indonesia, warga dan negara indonesia yang akan memegang kendali kemana arah negara kita akan kita tuju, wajib hukumnya untuk bertindak memperbaiki kerusakan yang ada sekarang. Dengan contoh, kita tinggalkan budaya korupsi, walaupun hanya sekecil apapun bentuknya, itulah bentuk dari cikal bakal kehancuran yang akan terulang kembali.
Di saat sifat Pancasila sudah mulai luntur perlahan-lahan, karena sistem kurikulum pendidikan kita yang membuat seperti itu, saya tidak tau mengapa berubah seperti itu. Berbeda sekali seperti di masa saya sekolah dahulu, dimana pancasila itu seperti di dadaku. Namun sekaran berganti hanya Garuda di dadaku yang tidak mempunya arti di dalamnya walaupun itu adalah lambang negara kita. Selisih paham, tawuran antar kelompok itulah yang terjadi sekarang ini. Saya sangat sedih mendengar hal ini. Tapi saya sebagai penerus bangsa ini mengemban berat untuk memperbaiki keadaan ini.
SEMANGAT!!!!!!!
Aang Fahmi Muhammad
1KA26